2 May 2021

Peningkatan
aktivitas Merapi dari waspada menjadi siaga (level III) pada tanggal 5 November
2020 lalu mengakibatkan warga Turgo tidak nyaman dalam beraktivitas.
Pihak-pihak terkait terutama dari Kelurahan Purwobinagun, Kapanewon Pakem yang
juga berkoordinasi dengan BPBD Sleman
mengundang SD Sanjaya Tritis yang bertempat di Kelurahan Purwobinangun untuk
sosialisasi aktivitas Merapi. SD Sanjaya Tritis yang diwakili oleh Kepala Sekolah
Yosafat Ardian Kristiarta, S.Pd. juga terus mencari informasi terkait
kesiapsiagaan mitigasi bencana.
Semenjak
aktivitas Merapi meningkat, pada tanggal 14 Januari 2021 warga Turgo memilih untuk
bermalam di SD Sanjaya Tritis. Warga Turgo bermalam menggunakan beberapa ruang kelas
SD Sanjaya Tritis dengan menggeser meja dan kursi lalu menggelar tikar
seadanya. Pada pagi hari warga Turgo kembali ke rumah masing-masing untuk
beraktivitas lalu malam harinya kembali menginap di SD Sanjaya Tritis. Warga
yang bermalam di SD Sanjaya Tritis berjumlah 60 warga yang kebanyakan dari
kelompok lansia, ibu-ibu dan anak-anak.
SD
Sanjaya Tritis yang masuk dalam wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB III)
berjarak 7 km dari puncak Merapi sekaligus bagian daari Padukuhan Turgo dinilai layak sebagai shelter pengungsi karena
memiliki beberapa ruang kelas yang cukup luas. SD Sanjaya Tritis juga menyediakan
tempat untuk keperluan memasak warga dan juga terdapat kran air agar prokes
tetap terjaga. Kepala Sekolah, Bapak Ardian juga selalu memantau perkembangan
di SD Sanjaya Tritis agar kondisi sekolah tetap baik ketika dipergunakan untuk
aktivitas guru dan karyawan di pagi harinya.
Aktivitas
Merapi yang tinggi ditandai dengan semakin banyaknya guguran lava atau wedus
gembel dan meningkatnya kegempaan. Berdasarkan pengamatan BPPTKG Yogyakarta
zona bahaya Merapi yaitu 5 km dari puncak gunung. Potensi bahaya apabila
terjadi letusan mengarah ke hulu kali Boyong yang melewati Padukuhan Turgo dan
Kaliurang.
SD
Sanjaya Tritis yang ditempati warga untuk bermalam selalu membuka diri untuk
membantu warga Turgo. SD Sanjaya Tritis juga menerapkan prokes di masa pandemi
agar tidak terjadi penularan Covid-19. SD Sanjaya Tritis juga terus memantai
perkembangan aktivitas Merapi (Novan Krisna Jati)