29 December 2019
Merayakan Natal
Para Ibu dan Bapak yang baik, selamat merayakan Natal, merayakan kelahiran Yesus, Tuhan Sang Penyelamat.
Merayakan Natal berarti merayakan sebuah perjumpaan. Dalam diri (bayi) Yesus yang lahir di Betlehem, Allah yang dulu sangat jauh sekarang menjumpai kita, sehingga Ia menjadi begitu dekat dan mudah utk kita dekati. Dalam perjumpaan itu hidup kita yang rusak dipulihkan, yang luka disembuhkan, yang tersesat dikembalikan ke jalan yang benar, yang baik dan berhasil diteguhkan. Hal itu dilakukan-Nya dengan memberikan hidup-Nya sendiri sebagai "makanan" dan bekal perjalanan hidup kita (Luk 2: 7..."dibungkus dengan kain lampin dan dibaringkan dalam palungan"... palungan = tempat utk menaruh makanan bagi ternak).
Merayakan Natal juga merupakan sebuah panggilan bagi kita. Kita dipanggil oleh Allah utk mengajak semua orang "mencari" kehadiran Sang Penyelamat di "Betlehem" (= tempat yang mudah utk kita temukan) (ay. 15); yakni, peristiwa hidup sehari-hari, orang yang hidup dekat dengan kita, teman seperjuangan dalam memperjuangkan hak-hak orang kecil, tempat kerja kita, orang-orang yang memerlukan uluran tangan kita, bahkan diri kita sendiri.
Semoga dengan merayakan Natal ini, kita sendiri juga dijadikan oleh Allah sebagai "perpanjangan" kehadiran-Nya, agar orang-orang yang hidup dalam kegelapan dapat melihat terang, orang-orang yang kehilangan harapan mendapatkan gairah utk membangun hidup mereka kembali, dan orang-orang yang lemah serta tidak berdaya mendapatkan perlindungan (Yes 9: 1-6).
Teriring salam,
Rm. Madya, S.J.
15 December 2019
Membangun dunia menjadi lebih baik
Para Ibu dan Bapak yang baik, selamat petang. Semoga kita semua merasakan kehadiran Allah yang menopang kehidupan kita hari ini. Ijinkan saya masih menyapa Anda semua pada awal petang ini.
Hanya enam bulan setelah dikukuhkan menjadi Paus, Paus Fransiskus mengeluarkan dokumen yang "dahsyat" utk arah kehidupan Gereja pada abad ke-21 ini: Surat Imbauan Apostolis Evangelii Gaudium (EG), Sukacita Injil.
Dalam EG 183 dikatakan bahwa "Semua Umat Kristiani, termasuk para pastornya, dipanggil utk menunjukkan kepedulian terhadap pembangunan sebuah dunia menjadi lebih baik." Alasannya, "Iman yang otentik selalu melibatkan keinginan yang dalam utk mengubah dunia, meneruskan nilai-nilai, dan meninggalkan bumi ini menjadi lebih baik daripada ketika kita menemukannya."
Iman seperti ini berlandaskan pada janji Allah yang disampaikan oleh Nabi Yesaya dalam bacaan pertama dalam Misa hari Minggu ketiga Masa Adven ini (Yes. 35:1-7). Janji Allah tersebut diwujudkan oleh Yesus seperti dituturkan dalam bacaan Injil hari ini (Mat 11: 5).
Sebagai anak-anak Allah dan murid-murid Yesus kita diundang utk bekerjasama dengan Allah guna mewujudkan janji-Nya seperti telah dilakukan oleh Yesus sendiri.
Terima kasih kepada Anda semua yang telah setia menjadi Anggota Gerakan Solidaritas utk Pendidikan Anak-Anak Miskin (GerakSoPAn Miskin). Yang Anda lakukan merupakan perwujudan dari panggilan Allah yang ditegaskan kembali oleh Paus Fransiskus.
Marilah kita mohon rahmat-Nya agar kita dianugerahi kesetiaan utk meneruskan apa yang sudah kita mulai.
Salam,
Rm. Madya, S.J.